Untuk siapa
Untuk tim hubungan masyarakat, komunikasi korporat, agensi PR, pengelola lembaga, dan pemilik usaha yang menyiapkan pengumuman bagi media Indonesia.
1. Temukan sudut berita sebelum memperhalus bahasa
Mulailah dengan pertanyaan redaksi: apa yang baru, siapa yang terdampak, dan mengapa informasi ini penting sekarang? Pengumuman pembukaan layanan sebaiknya mendahulukan lokasi, tanggal operasional, serta pengguna yang dilayani. Hindari pembuka seperti “sebagai wujud komitmen berkelanjutan” apabila kalimat itu menunda informasi utama. Letakkan inti pengumuman pada paragraf pertama, lalu jelaskan manfaat yang benar-benar didukung fakta.
Susun informasi dengan piramida terbalik: berita utama, rincian pelaksanaan, konteks, kutipan, lalu profil singkat organisasi dan kontak media. Judul harus menggambarkan pengumuman, bukan menjanjikan dampak yang belum terbukti. Bedakan tanggal penerbitan siaran pers dari tanggal acara. Jika ada embargo, tuliskan tanggal, jam, dan zona waktunya secara eksplisit. Penyuntingan bahasa tidak boleh menggeser kapan informasi boleh dipublikasikan.
2. Gunakan bahasa profesional tanpa menghapus suara narasumber
Dalam bahasa Indonesia, gaya profesional berarti lugas, tertib, dan sesuai konteks, bukan penuh nominalisasi. Ubah “melakukan pelaksanaan peluncuran” menjadi “meluncurkan” jika maknanya sama. Gunakan istilah Indonesia yang dikenal pembaca, tetapi pertahankan nama produk, merek, serta istilah teknis resmi. Jelaskan singkatan pada penyebutan pertama. Sesuaikan ejaan dan tanda baca dengan pedoman bahasa serta gaya selingkung organisasi.
Perlakukan kutipan langsung sebagai ucapan yang memerlukan persetujuan, bukan ruang bebas untuk memperindah pesan. Jangan mengubah janji terbatas menjadi komitmen mutlak, atau menambahkan pendapat yang tidak pernah disampaikan narasumber. Bila kutipan terasa kaku, usulkan revisi kepada pemberi pernyataan atau pertimbangkan parafrasa di luar tanda petik dengan atribusi yang tepat. Pertahankan nama, jabatan, dan ruang lingkup tanggung jawabnya.
3. Pisahkan penyuntingan bahasa dari verifikasi fakta
Saat menggunakan Humanizely, sertakan arahan yang spesifik: gunakan bahasa Indonesia profesional, dahulukan inti berita, kurangi jargon, dan jangan mengubah angka, tanggal, nama, kutipan, atau rujukan. Untuk penggunaan gratis, bagi draf sesuai batas 500 kata per permintaan. Simpan versi utuh agar hubungan antarbagiannya dapat diperiksa kembali; pemrosesan terpisah bisa menghasilkan pengulangan atau perbedaan istilah.
Bandingkan hasil dengan dokumen sumber, bukan hanya dengan ingatan. Periksa nominal rupiah, persentase, satuan, dimensi produk, cakupan wilayah, dan status izin. Klaim “pertama”, “terbesar”, atau “ramah lingkungan” memerlukan dasar yang jelas. Pertahankan tautan serta penanda rujukan di dekat klaim terkait. Jangan mengubah proyeksi menjadi hasil aktual. Sebelum distribusi, minta persetujuan atas kutipan, pastikan kontak media aktif, dan periksa bahwa informasi rahasia tidak ikut masuk ke naskah.